Contoh Kasus Immoral
Manajemen Dalam Etika Bisnis
Immoral manajemen
merupakan tingkatan terendah dari model manajemen dalam menerapkn prinsip-prinsip
etika bisnis. Manajemen yang memiliki manajemen tipe ini pada umumnya sama
sekali tidak mengindahkan apa yang dimaksud dengan moralitas, baik dalam
internal organisasinya maupun bagaimana dia menjalankan aktivitas bisnisnya.
Immoral manajemen
dangat banyak kita temukan dalam komunitas kita. Para pelaku bisnis yang
tergolong pada tipe ini, biasanya memanfaatkan kelemahan-kelemahan dan
kelengahan-kelengahan dalam komunitas untuk kepentingan dan keuntungan diri
mereka secara individu atau kelompok mereka. Kelompok manajemen ini selalu
menghindari diri dari yang disebut Etika, bahkan hukum dianggap sebagai batu
sandungan dalam menjalankan bisnisnya.
Hasil penyelidikan
oleh aparat hokum dan juga oleh beberapa LSM pecinta alam. Berulang-ulangnya kebakaran
hutan belakangan ini karena beberapa palanggaran hokum oleh para perusahaan
kayu dan perkebunan kelapa sawit. Biasanya para pelaku memiliki beberapa motif
dalam menjalankan aktivitasnya.
Ø Motif pertama adalah
mendapatkan kayu secara illegal. Beberapa perusahaan yang sengaja membakar
hutan tersebut sebenarnya adalah Perusahaan yang telah melakukan pencurian
kayu, sehingga untuk menghilangkan jejaknya mereka melakukan penebangan hutan
secara sengaja. Hal ini dibuktikan dengan melihat tunggal pohon bekas potongan
gergaji mesin.
Ø Motif kedua adalah
mempecapat pembersihan lahan. Misalnya bagi perusahaan yang memiliki perkebunan
kelapa sawit di Kalimantan Tengah. Hasil temuan dari LSM Save Our Borneo (SOB)
aktifitas pembakaran ini di lakukan pada malam hari pada blok yang baru dibuka
dan berdekatan dengan hutan cara itu adalah slah satu cara untuk menghilangkan
jejak yaitu bila api menyebar kehutan, maka yang disalahkan adalah komunitas
yang melakukan pembakatan.
Ø Motif Ke tiga adalah
Agar kenaikan PH tanah. Pada lahan Gambut biasanya PH tanah berkisar pada 3-4.
Kondisi ini Komunitas perkebunan kelapa sawit dan AKASI tidak cocok tumbuh.
Dengan melakukan pembakaran, apa yang tersisa mampu menaikkan PH, Tanah menjadi
5-6 sehingga layak untuk di tanami.
Analisis Kasus Immoral
Manajemen
Para pelaku bisnis memanfaatkan kelemahan-kelemahan dan
kelengahan-kelengahan dalam komunitas untuk kepentingan dan keuntungan diri
mereka secara individu atau kelompok mereka, tentu saja ini telah
menyalahi etika berbisnis. Dalam berbisnis harus memperhatikan faktor
kelestarian lingkungan sekitar yang juga dapat menopang usaha bisnis tersebut.
Seharusnya pelaku bisnis sudah dapat memperkirakan bahaya atau dampak yang akan
ditimbulkan.
Pelaku bisnis harus tahu seberapa batas yang sewajarnya. Karena
ulah tersebut, banyak pihak yang dirugikan, baik makhluk hidup disekitarnya
juga dampak negatif terhadap lingkungan. Hal ini tentunya harus menjadi
pembelajaran bagi kita semua, terutama perusahaan-perusahaan besar yang ingin
membuat suatu usaha atau tindakan bagi perusahaannya agar lebih memikirkan
faktor lingkungan disekitar wilayah yang bersangkutan.
Refrensi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar