PENERAPAN TEKNOLOGI INFORMASI PADA PERUSAHAAN PT.
ASTRA HONDA MOTOR
Nama : Mustofa
Rafid
NPM :
15216174
Jurusan : Manajemen
Dosen : Joko
Utomo, SE., MMSI.

FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS GUNADARMA
JAKARTA
2019
1.
Latar
Belakang
Penerapan
Teknologi Informasi (TI) dalam perusahaan merupakan hal yang mutlak ada apabila
tidak ingin tertinggal dari para kompetitor dan tertinggal kemajuan jaman.
Investasi TI dalam perusahaan akan bermanfaat jika dapat menciptakan value dari
teknologi yang kian menjadi komoditas utama. Melalui sistem TI yang canggih,
para pemimpin pasar bisa mengukuhkan diri sebagai pemimpin di industri
masing-masing. Bahkan banyak perusahaan yang dapat menyalip para jawara
pasar, dikarenakan penerapan TI yang tepat dalam perusahaannya. Banyak
perusahaan telah merasakan manfaat TI. Sebagian yang lain menyatakan TI
mendukung dicapainya efisiensi, dan menambah keunggulan daya saing perusahaan.
Bahkan berbagai studi melaporkan bahwa penggunaan TI mendorong terjadinya
efisiensi, dan memperbaiki kualitas output.
PT Astra Honda motor merupakan sinergi
keunggulan teknologi dan jaringan Limited, jepang dan PT Astra International
Tbk, Indonesia. Keunggulan teknologi honda motor tidak lepas dari peran sistem
teknologi informasiyang di kembangkan untuk mampu menjawab kebutuhan kbutuhan
perusahaan dan pelanggan. Astra International memiliki pengetahuan yang koprehensif
tentang kebutuhan para pemakai sepeda motor di indonesia, berkat sistem
jaringan pemasaran dan pengalamannya yang luas. Astra juga mampu memfasilitasi
pembelian dan memberikan pelayanan purna jual sedemikian rupa sehingga brand
Honda semakin unggul.
1.
Profil
Perusahaan
PT
Astra Honda Motor adalah sebuah perusahaan yang bergerak dibidang manufaktur,
perakitan dan distributor sepeda motor merek Honda. Dan perusahaan ini
merupakan satu-satunya di Indonesia yang memiliki hak sebagai Agen Tunggal
Pemegang Merek (ATPM) sepeda motor Honda.
Visi dari PT Astra Honda Motor AHM
ingin menjadi pemimpin pasar sepeda motor di Indonesia dan menjadi pemain kelas
dunia, dengan mewujudkan impian konsumen, menciptakan kegembiraan bagi konsumen
dan berkontribusi kepada masyarakat Indonesia. Sedangkan misinya untuk
Menciptakan solusi mobilitas bagi masyarakat dengan produk dan pelayanan
terbaik.
2. Penerapan
Sistem Informasi Pada Perusahaan AHM
PT
Astra Honda Motor dalam perusahaannya juga menggunakan Sistem Teknologi
Informasi untuk mempermudah pekerjaan, dan efisiensi nya. Sistem Informasi
Manajemen dapat didefinisikan sebagai serangkaian sub sistem informasi yang
menyeluruh dan terkoordinasi dan secara rasional terpadu yang mampu
mentransformasi data sehingga menjadi informasi lewat serangkaian cara guna
meningkatkan produktivitas yang sesuai dengan gaya dan sifat manajer atas dasar
kriteria mutu yang telah ditetapkan. Dengan kata lain SIM adalah sebagai suatu
sistem berbasis komputer yang menyediakan informasi bagi beberapa pemakai
dengan kebutuhan yang sama. Para pemakai biasanya membentuk suatu entitas
organisasi formal, perusahaan atau sub unit dibawahnya.
PT
Astra Honda Motor (AHM) sebagai perusahaan perakitan motor terkemuka di
Indonesia juga mengedepankan penerapan TI dalam proses bisnisnya. Penerapan
teknologi informasi (TI) pada AHM bukan merupakan hal yang baru, karena
perusahaan ini sudah mengimplementasikannya di pabrik motornya sejak tahun1980.
Pada awalnya TI pada AHM hanya dimanfaatkan untuk mendukung sistem akuntansi
saja. Namun pada tahun 1986, teknologi informasi merambah ke sistem keuangan
dan kontrol produksi. Sistem tersebut dibuat secara swadaya oleh PT AHM
sendiri, sehingga yang terjadi adalah TI yang diaplikasikan menjadi terpisah
satu sama lainnya atau tidak terintegerasi. Pada tahun 1995, sistem perusahaan
diubah menjadi mulai terintegrasi dengan penggunaan ERP dan untuk selanjutnya
semakin berkembang dari tahun ke tahun. Tujuan dari PT AHM menerapkan TI di
perusahaannya adalah untuk menerapkan sistem Just In Time (JIT), sehingga
dapat tercipta efisiensi dalam perusahaan. Melalui sistem terintegrasi yang
digunakan, dalam hal ini menggunakan ERP, pada setiap periode AHM akan
memperoleh informasi dari divisi Keuangan, Operasi dan Human Resource mengenai
aktivitasnya masing-masing. Sebagai contoh, divisi operasi menyajikan informasi
mengenai produksi jumlah motor yang akan dijual untuk satu bulan kedepan.
Dengan demikian, bagian produksi dapat merencanakan tipe apa saja yang akan
diproduksi dan juga jumlah komponen yang dibutuhkan. Selanjutnya, informasi
tersebut disampaikan kepada perusahaan pemasok komponen mengenai kebutuhan
tersebut. Selanjutnya pada divisi keuangan menyajikan anggaran biaya yang
dibutuhkan. Sedangkan untuk divisi HR menyiapkan kebutuhan tenaga kerja. Semua
informasi tersebut diintegrasikan dalam satu database, sehingga setiap divisi
dapat menghasilkan informasi yang real time.
Sistem
akan langsung menghitung jumlah suku cadang komponen yang telah digunakan.
Secara otomatis, persediaan suku cadang komponen langsung dihitung. Untuk
selanjutnya, sistem akan memberitahu kebutuhan persediaan baru untuk pemesanan.
Aplikasi ERP tersebut mendukung sistem Just in Time (JIT) yang diterapkan oleh
perusahaan. Melalui ERP informasi kebutuhan persediaan baru untuk pemesanan
dalam JIT akan bergulir cepat, sebab sistem menghadirkan otomatisasi dan
integrasi pada sistem bisnis yang akan diolah melalui software secara online.
Hubungan
AHM dengan vendor dilakukan melalui online sehingga setiap kali pemesanan
dilakukan vendor langsung dapat mengirimkan komponen yang dibutuhkan pabrik.
Secara otomatis, persediaan suku cadang komponen langsung dihitung. Berikutnya,
sistem akan memberitahu kebutuhan persediaan baru untuk pemesanan, sehingga
penggunakan aplikasi ERP mendukung sistem Just in Time (JIT). Selain itu,
kelengkapan atribut pemesanan seperti nama vendor, nama suku cadang, jumlah,
dan jam delivery harus tercantum pada komponen yang diterima dengan dilengkapi
Bar Code Text (BCT).
3. Keuntungan Penerapan Teknologi Informasi
Bagi Perusahaan
Keuntungan
yang didapat dari penerapan Just In Time (JIT) melalui pengunaan ERP dalam
perusahaan adalah terjadinya efisiensi yang sangat besar. Waktu yang dibutuhkan
untuk memproduksi motor akan menjadi sangat cepat. Keuntungan lainnya yang di
dapat oleh PT AHM adalah dapat menyatukan jaringan komunikasi antar pabrik,
sehingga hubungan antar pabrik menjadi mudah.
4.
Sistem
Kolaboratif Perusahaan
PT Astra Honda Motor merupakan salah
satu contoh perusahaan yang telah memanfaatkan internetworking dalam sistem
informasi. AHM sudah menerapkan database oracle dengan sistem terintregasi.
Manfaat yang dirasakan oleh AHM melalui sistem ini denganmengaplikasikan ERP
(enterprise resources planing) setelah pertengahan bulan AHM sudah memperoleh
informasi dari bagian pemasaran mengenai jumlah motor yang akan dijual bulan
depan. Dengan kondisi seperti ini bagian produksi dapat merencanakan tipe apa
saja yang akan di produksi termask komponen yang akan dibutuhkan. Dalam
mengaplikasikan ERP, AHM menggunakan email sebagai media untuk mengetahui informasi
yang diberikan oleh bagian pemasaran karena lokasi pabrik berada di cikarang
dan bagian pemasaran AHM berada di Jakarta. Ini merupakan bagian dari
enterprise collaborative system. Dalam hubungan AHM dengan vendor ternyata
masih ada yang dilakukan tanpa online. Dokumen pemesanan (purchasing order/PO)
diberikan setiap kali vendor mengirimkan komponen ke pabrik.
5.
Sistem
Bisnis Intenal
Dalam mengontrol proses pembuatan
produksi berbasis internal bussiness system AHM semua bagian dihubungkan dengan
jaringan ke masing masing lini produsi. Penerapan internal business system
dalam pengelolaan karyawan sudah dilakukan dengan menggunakan kartu yang dibawa
masing masing karyawan. Sistem tersebut akan mencatat kehadiran karyawan secara
otomatis dan sistem tersebut sudah langsung terhubung dengan komputer yang ada
dibagian humas resource development. untuk mengukur kinerja operasional ditiap
tiap bagian AHM mengaplikasikan business intelegent, software dan cognos. Dalam
penerapannya laporan masing masing bagian berasal dari database dan sudah
diolah. Ini memudahkan manajer dalam mengukur dan mengevaluasi kinerja
operasional dari bagiannya. Dengan menggunakan sistem informasi AHM mampu
menekan biaya persediaan dan seefektif ungkin menggunakanwaktu. Penerapan
sistem informasi ini membuat AHM hanya membutuhkan waktu 13 menit untuk
memproduksi 1 unit motor utuh. Sistem informasi berbasis web juga diterapkan
untuk menghubungkan 4 lokasi pabrik yang saling berjauhan . Hubungan antara
lokasi pabrik tersebut dalam bentuk virtual dengan jaringan komunikasi yang
menggunakan gelombang microwave
6.
Sistem
Perdagangan Elektronik
Dalam
sistem penjualan AHM sudah menerapkan sistem informasi terintegrasi menggunakan
internetworking dengan main dealer diseluruh indonesia terutama untuk suku
cadang motor. Untuk melakukan pemesanan ketersediaan suku cadang dilakukan
dengan cara log in dengan user ID lewat PC (personal computer) dengan paswod
yang sudah diberikan. Untuk pemasaran yang berbasis web AHM sudah memiliki
situs resmi untuk promosi dan penjualan. E-commerce system yang diterapkan oleh
AHM ditujukan sebagai media promosi untuk menginformasikan produk dan juga
keberadaan perusahaan kepada konsumen luas. Situs yang dimiliki AHM
beralamat www.astra-honda.com. Situs
AHM berisikan tentang sejarah perusahaan, visi dan misi perusahaan, bentuk
layanan pembelian (syarat, cara memperoleh produk), model produk motor yang
dihasilkan, spesifikasi masing masing motor (keunggulan produk), informasi lokasi
dealer/cabang dealer, lokasi layanan service purna jual. Menurut AHM teknologi
informasi bisa menjadi solusi untuk dapat beradaptasi dalam lingkungan bisnis
yang dinamis. Value atau ilmu yang diciptakan dengan menggunakan teknologi
informasi yang dirasakan oleh AHM terutama kaitannya dengan masalah efisien.
Nilai investasi kebuthan teknologi informasi AHM mencapai US$ 1-2 juta/tahun.
Kebutuhan teknologi informasi dengan dana yang besar di AHM karena terkait
dengan banyaknya jumlah pengambil keputusan dan tersebardi banyak lokasi.
Disinilah peran teknologi di AHM untuk menciptakan sinergi dalam perusahaan.
Sistem yang dikembangkandi AHM merupakan piranti yang dianggap tepat dan
mendukung operasional pabrik dan bisnis.
Refrensi